13
Mei
08

Pemutaran Film ML (MAU LAGI) Ditunda

Pemutaran perdana film ML(MAU LAGI) tgl 15 Mei 2008 ditunda sampai satu bulan ke depan, krn banyaknya desakan dari berbagai pihak kalangan masyrakat yang keberatan dengan adanya film ML. Hal ini dikatakan Shanker saat memberi keterangan didampingi Ketua LSF Titie Said, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Jhonny Safrudin dan Ketua Gerakan Umat Islam Indonesia Habib Abdurahman Asegaf di Gedung Film, MT Haryono, Jakarta, Senin (12/5).

Diakui oleh Titie Said (ketua LSF), pihaknya memang menerima banyak desakan dan tuntutan dari berbagai kalangan masyarakat yang keberatan akan pemutaran film ini. Dikatakan , sejauh ini pihak LSF sudah beberapa kali melakukan peninjauan ulang terutama pada judul ML (yang memiliki persepsi negative) yang mungkin akan di revisi menjadi MAU LAGI memang pihaknya telah melakukan penyensoran terhadap film tersebut hingga 15 meter.

Sementara Habib Abdurahman Asegaf, dari Gerakan Umat Islam Indonesia, mendukung langkah LSF untuk meninjau ulang film tersebut. “Sehingga hal-hal yang membuat kontroversi di masyarakat dapat diminimalisir,” katanya. Ia juga meminta agar penggunaan judul di film tersebut, tidak memancing reaksi negatif di masyarakat dan memunculkan keresahan baru. “ML agar diganti atau disebut secara panjang dengan judul Mau Lagi,” pintanya.


2 Tanggapan ke “Pemutaran Film ML (MAU LAGI) Ditunda”


  1. 1 emwady
    Mei 15, 2008 pukul 2:30 pm

    Saya setuju distop edaran filem ML, mutunya nggak ada.
    Maunya yang berkwalitas tapi ambisi cari uang jadinya filem sampah, kreasi anak muda yang kurang kerjaan.

  2. Mei 24, 2008 pukul 4:10 am

    setuju klo ditunda. malah mending ga usah diputer aja. emang sih katanya untuk pendidikan seks anak muda, tapi ga hanya dengan bikin film gt caranya mendidik. bahkan mungkin akan lebih parah dengan banyaknay film2 serupa. sekarang film indonesia udah bangkit tapi kebanyakan hanya untuk komersil aja, ga ada pembuktian kreatifitas dan inovasi. hanya jual tampang artis bukan jual kemampuannya. semua UUD (ujung-ujungnya duit).


Tinggalkan Balasan