Film ML (MAU LAGI) itu….apa?

Wisnu, mahasiswa tampan sinematografi namun belum pernah pacaran, sedang menyelesaikan tugas akhir berupa film dokumenter tentang pergaulan bebas di kalangan mahasiswa
Tinggal serumah dengan Mario dan Askar yang penuh dengan kisah asmara yang bebas, menjadi bahan film dokumenter Wisnu. Lama-kelamaan Wisnu jengah dengan kehidupan sex bebas teman-temannya. Sementara Mario sangat khawatir dengan Wisnu yang dingin dengan wanita. Akhirnya, Mario dan Wisnu taruhan membuktikan kalau Wisnu tidak frigid. Dalam waktu satu bulan, Wisnu harus dapat pacar dan ML. Wisnu menerima tantangan itu dengan syarat Mario tidak ML dengan pacarnya Manda selama satu bulan
Banyak peristiwa tak terduga terjadi, termasuk kehamilan Manda. Benarkah Wisnu frigid? Akankah Mario mempertanggungjawabkan perbuatannya? Bagaimana pula kisah cinta Askar? Penuhi rasa penasaran dari kisah di atas dalam ML (Mau Lagi…?)
cuplikan adegan Film (ML) klik di sini
April 27, 2008 pada 3:00 am
tadi malam saya liat behind the scenenya di trans7.
kalo menurut saya kurang mendidik,cuma menuruti permintaan konsumen tapi ndak liat sisi moral konsumennya.yang penting bathi(untung)
April 27, 2008 pada 3:41 am
benar…kami setuju..tuh
Mei 13, 2008 pada 4:50 am
Tapi ini kenyataan yg terjadi di Indonesia,khususnya Jakarta kan?
uda ga perlu ditutup2i gua rasa
Mei 14, 2008 pada 7:42 am
kemerosotan moral bangsa…!!!!!!!!!
pantas saja banyak kasus asusila di negeri ini.
tayangannya aja ga mendidik…!!!!!!!
Mei 15, 2008 pada 10:21 am
Indonesia kampungan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Gak gaul!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1
Dikit2 agama islam!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Mei 15, 2008 pada 10:24 am
American Pie aja thu contohnya
Secara agama islam apa2 islam
cape dehhhh
gak gaul
Mei 15, 2008 pada 2:34 pm
Kok selalu bikin filem picisan, kmaren udah budah bagus filem AAC. Makanya banyak baca buku dan sejarah ada daya nalarnya. Kok kayak copy paste filem luar yang penut.
Mei 16, 2008 pada 8:33 am
ehm emg bner sie klo yang kya gtu ga baek tapi kan sex education kan jga perlu,,aslkan ga dijadiin wat ajang ikut2an gitcu
Mei 22, 2008 pada 2:05 am
q dukung sepenuhx film ini,
tp kbanyakan komentar paling banyak
pngn nglakuin kyk gt,filmx jg tmbah mengundang birahi tauuuuuuuk!!!!!!!!!!!!!
bkin osg pngen lyt lg n di sisi lain film ini jg pelajaran bagi kita!!!!!!!!!!
btul kan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Mei 22, 2008 pada 2:19 am
q dukung film ini coz di film ini ada tody!!!!!!!!
lain halX klo g ada tody psti udah q buang dlm otakku.film kyk beginian!!!!!!
tody i love you,andaikan qm tw aku psti qm jg suka sm q…..
‘q mnt no hp u dwwwwooooooooooonnnnnnnnnnnnnnkkkkkkkkkk!!!!!!!
tp fs itu bkn fotoqQ
Mei 28, 2008 pada 7:40 am
Sex nya nanggung….kurang ngigit….amatiran sih bikin film sex nya, mo kayak american pie yg ada malah apem pie…jelek abizzzz tuh film
Juli 1, 2008 pada 9:18 am
sex…sex…sex…
dimana mana sex merusak.
emang bangsa kita bangsa yang kayak gitu,
sok ngebelain realitas!
realitas bangsa kita udah bobrok,
tanya diri kamu sendiri,
apa film sex penting????
ga penting!!
wawasannya hanya di SEX!
ergh,shame on us!