
Uli Auliani
JAKARTA, SELASA - Kalau sudah tuntutan peran, apapun harus dilakoni. Begitu pula yang dirasakan pesinetron, bintang film, model iklan, dan presenter Uli Auliani. Untuk film terbarunya, Kadang di Atas Kadang di Bawah, yang awalnya berjudul Salome (akronim dari Salma, Lolita, dan Memey), harus rela basah-basahan saat syuting di sebuah tempat cuci mobil (car wash) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. “Huuuh… basah-basahan, bo! Seru sih. Tapi, akhirnya aku malah jadi sakit, flu berat sampai dua hari, gara-gara syutingnya sampai subuh segala,” kenangnya saat dihubungi Kompas Entertainment di Jakarta, Selasa (21/7). Di film produksi terbaru MD Entertainment itu, diakui mojang berdarah Sunda tersebut, dirinya tampil memerankan seorang penari telanjang (penari striptease) yang memilih insyaf bersama dua sahabatnya, Lolita (Indah Kalalo) dan Memey (Alia Rossa). “Ceritanya sih komedi banget. Tadinya mau diberi judul Salome, tapi diganti karena khawatir ditanggapi aneh-aneh. Padahal, enggak ada apa-apanya,” ungkap dara kelahiran Bandung, 20 November 1985, itu, mengenai perubahan judul film tersebut. Meski begitu, Uli tak menampik bahwa di film yang juga dibintangi oleh Raffi Ahmad itu ia harus menari liar bak seorang penari telanjang betulan. “Ya, kan tuntutan peran. Tapi, enggak seperti yang dibayangkan orang lah. Masih pakai rok dan tank top. Beda banget pokoknya dengan film Pulau Hantu. Di film itu mah parah, aku harus pakai bikini,” ujarnya. Nah, mau tahu seperti apa Uli menyelami karakter yang dimainkannya? “Observasi dong. Aku belajar dari temanku yang memang sexy dancer. Terus, sempat lihat juga sih, penari striptease di salah satu klab malam di Jakarta,” tuturnya. O ya, dengan peran-peran seperti itu, apa tak takut dengan citra artis yang doyan mengumbar bodi? “Enggak terlalu masalah. Buat aku sih itu bagian dari peran. Toh, enggak melulu aku meranin karakter seperti itu,” tuturnya lagi. Uli lantas mencontohkan sejumlah karakter yang pernah dimainkannya. “Enggak semua seperti itu. Di film Maskot, aku jadi gadis desa. Terus di film yang dirilis Agustus nanti juga, Antara Kau dan Dia, aku malah jadi gadis Jawa yang solehah,” imbuh Uli.
—– artikel dari kompas.com —–